Saat Tuhan Ngajak Bercanda


Hidup emang ngga bisa ditebak. Sumpah. Maka itu, setiap hari dilatih untuk belajar ikhlas dan sabar ya karena ini. Sewaktu-waktu akan ada kejadian yang akan menguras tingkat ikhlas dan sabar kita.

Kita pun ngga pernah tau, akan ada kejadian apa satu detik di depan. Kita disuruh untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menerima ketetapan Tuhan.

Kenapa gue harus nulis tentang ini. Karena ada satu keresahan dalam diri gue yang harus gue ceritakan. Tentu aja, yang pertama kali gue ceritakan ttg ini adalah Tuhan. Terus Gue kemudian persiapkan mental untuk bercerita dengan sahabat-sahabat gue. 


Ada satu kejadian di bulan lalu, yang ngga pernah terpikir dalam hidup gue. Selama 4 tahun, gue deket sama seorang laki-laki. Entahlah gue harus menyebut apa tentang hubungan ini. Pasang surut hubungan dilalui karena jarak juga yang menghalangi.

Antara Bogor dan Sidoarjo.

Segala konflik yang biasanya terjadi dalam hubungan udah kami alami. Dari orang ketiga sampe masalah jarak. Hubungan gue sama dia pun sempat mengalami stuck hingga pada akhirnya, Juli tahun lalu kita memutuskan untuk ngga berhubungan lagi.

Gue memilih mundur, krn ada sesuatu hal yang membuat gue sulit bertahan. 3 bulan berlalu, entah apa yang bikin gue kembali deket sama dia. Hingga pada suatu ketika, entah dia serius, entah dia sadar atau ngga, dia berkata bahwa akan membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.

Oke, sebagai wanita gue seneng-seneng aja. Namun, hal ini blm gue utarakan ke orangtua gue. Hanya gue keep sendiri, karena gue tau banyak kemungkinan-kemungkinan yang bikin gue ngga bisa cerita ttg ini.

Sampe pada satu ketika, tepatnya bulan lalu. Gue dikejutkan oleh chat yang datang dari bbm nya, kasih tau gue, kalo laki2 yg selama 4 tahun berhubungan sm gue, berencana dijodohkan oleh keluarganya. Dan ternyata, 2 bulan kemarin si laki2 ini menjalin hubungan dengan wanita lain dan sudah sampai tahap serius.


Gue????

Jelas, cuma bisa diem. Mikir. 

Pada akhirnya, nangis juga. Merasa ngga terima. Sampe gue komen di akun wanita barunya itu dgn nyinyiran2 utuk menunjukkan ketidakterimaan gue. Kenapa gue tidak terima? Karena, wanita itu tau siapa gue. Dan gue disuruh mengikhlaskan apa yg sudah gue jaga selama 4 tahun.

Begitupun dengan laki-laki itu. Tanpa maaf, tanpa  penjelasan. Dengan enaknya meminta gue, by chat untuk mengikhlaskan dia.

GILA !

Beberapa hari gue kalut, galau. Tanpa orang-orang tau kalo hati gue ancur. 

Gue tetep ketawa ketawa seperti biasa. Dan gue baru ceritain ini ketika 2 minggu gue berdamai dengan diri gue sendiri.

Ada beberapa orang yang nemenin gue disaat gue ngga tau, harus mencerna kejadian ini dengan cara apa.

Gue selalu mikir


Gila yaaa, Tuhan kalo ngajak bercanda gini banget. Suka banget nih Tuhan ngejungkir balikin hati gue

Eitsss, Tuhan harusnya seneng dong. Gue masih punya nalar panjang, untuk doa terus sama Tuhan, Walaupun Tuhan suka ngajak bercanda di luar batas kemampuan gue sebagai manusia normal.


Bercandaan Tuhan ini yg gue jadiin pelajaran

Bahwa :


Sekeren apapun lo punya rencana, Tuhan cuy yg eksekusi. Tugas gue sekarang adalah menjadi sebaik-baiknya  manusia dengan melakukan banyak hal baik. Gue harus belajar menerima apapun ketetapan Tuhan. Dia yang punya jiwa raga gue. Jelas, Dia yang paling tahu ttg apa yang paling baik  uat gue ketimbang gue sendiri.

Lewat ini, gue belajar. Bahwa sebaik-baiknya berharap ya sama Tuhan. Berharap sama manusia hanya berujung kecewa. Sering kan berharap sm manusia terus dikecewain? 

Dengan begini,  gue jauh lebih bijak menyikapi masalah. Donna yang orang-orang liat sabar dan berusaha wise sampe hari ini adalah berkat "kasih sayang" Tuhan yang ditunjukkan ke gue dengan cara yang paling istimewa.

Tenang, klean klean ngga akan liat gue sedih karena hal sanpah kayak gini. Tuhan tuh baik banget. Menyelamatkan gue dari orang - orang ngga baik. Menyelamatkan gue dari orang yang salah. Menyelamatkan gue dari segala sesuatu yang kemungkinan akan banyak hal negatif daripada positif nya. 

Cara Tuhan emang sedikit nyebelin. Tapi gue tau, abis ini nih Tuhan bakal kasih sesuatu yang lebih indah dari apa yang udah gue rencanakan. Gue percaya banget.

Ya,  itulah salah satu cerita pahit dan malesin dar gue selama 227tahun hidup. Mungkin kita harus rasain dulu pahit, biar kita bisa lebih bersyukur kalo dapet sesuatu yang manis.

Dan sampe hari ini pun, gue masih dalam tahap belajar berdamai sm diri gue sendiri, mencoba untuk memaafkan kesalahan orang lain.

Setiap hari gue berusaha belajar untuk maafin kesalahan orang lain. Gue tau ini berat tapi gue belajar. Dan Insya Allah, atas izin Allah. Gue maafkan kalian (Ya kalian...kamu dan dia, dan orang-orang yang bersangkutan dengan ini) dengan ikhlas.

Mungkin memang benar kata banyak orang, jodoh itu mirip. Bukan hanya mirip secara wajah, namun tingkah laku, perilaku, attitude. 

Yang baik hanya untuk yang baik. Jodoh adalah cermin diri.

Berikut, ada sedikit kutipan quote yang gue dapet dari google. Akan jadi doa klimaks
dari kisah gue :

Ya Allah. Seandainya telah engkau takdirkan dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari pandanganku

Ambillah kebahagiaan ketika dia ada di sisiku
Dan periharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti
Berikanlah aku kekuatan 
Melontar bayangan jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah


Agar ku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya


Regards,

Angel

0 comments: