Perjalanan Religi


Hari Minggu kemarin tanggal 30 Januari, ikutlah aku dengan ibu ibu pengajian :p ikutan rumpi sekali sekali ngga apa-apa kan ya haha satu bis itu isinya ya ibu-ibu pengajian, ada beberapa bapak-baak dan anak kecil. Rame ya pergi sama ibu-ibu rumpi banget apa aja diomongin

Tempat ini Terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Tangerang. Mesjid yang aslinya bernama Nurul Yakin ini mulai dibangun pada tahun 1960 oleh al Faqir Mahdi yang berasal dari Batu Ceper, Tangerang.

Eh lanjut ceritanya nih, jalan-jalan kali ini bukan sekedar jalan-jalan, tapi istilah nya ziarah ke makam orang yang biasa dalam islam disebut "Syekh"Align Center

Perjalanan pertama menuju tempat yang bernaman Masjid Pintu Seribu yang masih berapa di Kota Tangerang tepaatnya di Kp.Bayur. Hemm agak menyedihkan liat kondisi sekitar masjid, karena sebelum menuju kesini, bis melewati perumahan BSD yang begitu besar, dan terlihat Tangerang sebagai kota yang maju, tai lihat di ujung sana, tepatnya di Kp.Bayur, masih banyak bahkan hampir seluruh warga disana kurang mamu, terlihat dari rumah rumah mereka yang masih terbuat dari bilik, ahhhh mengenaskan sekali kondisi nya.

Sebelum masuk ke Masjid ini saya harus melewati kampung, dan didalamnya terdapat beberapa masjid,yang cukup besar. Tapi menurut saya pembangunan masjid itu ngga berguna, karena disitu ada sekitar 3 masjid yang sedang dibangun, yang memerlukan dana yang sangat besar. Padahal ada 1 masjid yang mungkin bisa menampung seluruh warga yang ingin sholat. Menurut saya lebih baik digunakan untuk membantu warga sekitar yang kurang mampu daripada membangun masjid banyak-banyak, toh belum tntu semua warga disana melaksanakan sholat.

Pertama-tama saya dan rombongan masuk kedalam bagian dari Masjid yang di dalamnya terdapat makam. Lampu disini remang-remang jadi ada kesan tempat ini begitu sakral. Oh ya, dengan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT, begitu saya sampai di depan pintu masjid ini, saya sudah disambut oleh seorang laki-laki yang sudah cukup tua, memiliki janggut putih da bersorban putih. Padahal saya tidak tau itu siapa, tapi pas saya masuk ke dalam masjid, disana ada sebuah foto laki-laki berjanggut putih dan bersorban putih, mirip seperti laki-laki yang saya liat tadi. Ohh rupanya Beliau adalah laki-laki yang makamnya terdapat di dalam masjid.

Wow Subhanallah percaya atau tidak, memang ini anugerah dari Allah SWT, saya bia melihat apa yang orang lain tidak lihat. Lalu setelah melihat makam Syekh itu, saya dan rombongan ibu-ibu rumidut dibawa kedalam bagian masjid yang berupa lorong-lorong yang terdapat banyak pintu, yang di dalamnya sama sekali tidak ada lampu. Mirip seperti masuk ke dalam Goa yang sangat gelap, tidak ada 1 cahaya pun yang masuk ke dalam ruangan ini, saya dibawa menuju ruang yang katanya dulu tempat berdzikir nya para Syekh. Untuk menuju ke ruangan itu, harus membawa alat penerang, berupa senter, dan akan dibimbing ke dalam bersama penjaga dari masjid itu. Baru pertama kali saya takut masuk ke sebuah ruangan. Ini bukan takut karena gelap ataupun takut setan. Tapi takut nya ini takut mati. Karena masuk ke dalam ruangan yang gelap, sempit sesemit-sempitnya, karena untuk berjalan membawa badan sendiri saja sudah pas-pasan. Mesti berpegangan dengan orang yang ada didepan, supaya ngga salah jalur, karena kalo salah jalur, bisa-bisa ngga bisa pulang karena tempat begitu gelap, udara un ngga ada yang masuk, dan banyak pintunya. Sebenernya pintu nya cuma 999,, menurut pengurus, filosofinya begini, 99 itu Asmaul Husna, yang 9 nya lagi itu Wali Allah atau Wali Songo, dan yang 1 nya itu Allah. Beigtu kira-kira artinya.

Masuk ke dalam lorong itu, ada perasaan takut mati, takut ngga bisa bernafas. Dan memang benar ternyata, sesampai di tempat dzikir yang ada di dalam lorong itu, kami semua disuruh duduk. Semula ada lampu yang menyala, namun kami diajak merenung, lalu kemudian lampu dimatikan. Masyaallah, itu gelap-segelap gelapnya. Sama sekali ngga bisa ngeliat apapun, mungkin itu ya yang dirasakan oleh orang buta. Dan Pengurus masjid memberikan sedikit ceramah, kira-kira begini kesimpulan ceramahnya

"Inilah kira-kira suasana dalam kubur nanti, sempit, gelap, sendiri tidak ada udara. Para jamaah sekalian diajak ke tempat ini agar menyadari bahwa ada kehidupan lain yang akan kita jumpai. Mungkin saat ini, walaupun jamaah masih bisa berpegangan dengan orang disamping anda jika disini anda ketakutan, diluar sana jamaah masih bisa melihat indahnya warna-warni dunia, tapi nanti di alam kubur, tidak ada satu orangpun yang bisa anda pegang tangannya untuk memberikan bantuan, tidak ada cahaya sedikitpun yang menerangi jamaah dikala ketakutan. Jamaah didalam kubur sendiri. Hanya amal ibadah yang dapat menolong kita dan membantu menerangi jalan kita"


Deghhh nangis saya langsung, manusiawi memang jika seorang manusia takut akan kematian, karena saya belum siap. Saya masih kotor, Dosa dan pahala saya mungkin berbanding terbalik. Jauhhh bedanya. Mssuk tempat itu bikin saya sadar bahwa jangan pernah tinggalkan ibadah. Jalan jalan kali ini membawa banyak manfaat. Dan baru kali ini saya diperjalanan merasa tenang, karena disepanjang jalan, ibu-ibu tiada hentinya membaca sholawat. Jadi merasa terlindungi dengan doa-dooa yang dilantunkan :)

0 comments: