Antara Cinta dan Tuhan !!

Hemmm dua hal yang cukup sakral dalam kehidupan manusia. Antara sang Pencipta dengan makhluk yang diciptakannya. Ya pada awalnya Tuhan menciptakan aku (kita) sebagai manusia karena DIA sayang sama kita. Semua agama bilang kalo Tuhan itu satu !!! Ya Tuhan emang satu. Mungkin persepsi orang berbeda-beda dalam memandang masalah ini. Tapi menurut pendapat aku, Ya Tuhan itu Cuma satu. Seperti apa yang tertulus dalam surat Al-Ikhlas ayat 1 bahwa “Qulhuallahu Ahad” 


ya emang benar kan Tuhan itu Cuma satu, walalupun banyak agama yang ada di muka bumi ini, tapi tetap Tuhan itu satu. Tuhan yang kita sembah itu satu, Cuma cara kita memanggil ataupun menyebut nama-NYA dengan cara yang berbeda beda. Tapi tujuan dari itu ya Cuma satu. TUHAN !! Ya kuasa Tuhan emang ngga bisa dibandingin dengan apapun. Seperti kalimat ini “Allahhu Akbar” yang artinya Allah Maha Besar. Ya semua yang ada di muka bumi ini ada karena kuasa NYA. Termasuk pula Hidup, mati, rejeki, sakit, sehat, bahkan Jodoh ataupun Cinta sekalipun. Semua sudah tertulis rapi mungkin di “buku harian Tuhan” yang biasa disebut “Qada dan Qadar” Takdir yang bisa diubah ataupun takdir tetap. Sepperti juga semua hal pasti sudah ditakdirkan oleh Tuhan.


Lantas bagaimana dengan Jodoh? Seperti kebanyakan orang bilang “Jodoh ditangan Tuhan” !!! ya memang benar. Jodoh sudah diatur oleh Tuhan. Karena Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berpasang-pasangan. Nahhh bagaimana kalo jodoh kita itu orang yang berbeda keyakinan dengan kita? Apakah itu takdir Tuhan juga? Ini pertanyaan yang aku ngga tau siapa yang bisa jawab. Kalo emang semua hal sudah diatur sama Tuhan, termasuk jodoh, walaupun berbeda keyakinan, kenapa masih tetap dilarang? Bukannya aku frontal karena pacar aku pun beda agama. Tapi emang ini yang menjadi pertanyaan besar aku. Kalau semua hal yang ada dimuka bumi ini sudah diatur oleh Tuhan, mengapa perbedaan agama dalam percintaan meski dilarang? Aku bukan menyalahkan Tuhan, dan ngga mungkin menyalahkan Tuhan, tapi banyak mahkluk Tuhan yang kemudian menjadi merasa paling benar dan menganggap dirinya merasa benar sendiri, dan ketika dihadapkan dengan agama lain, dia merasa agamanya paling benar. Ahhh aku ngga tau bagaimana menyikapi hal ini.

2 comments:

@pratiwihputri mengatakan...

tergantung agama yang sedang kita anut sekarang.
tergantung juga apakah kita umat beragama atau umat berTuhan.
saya tidak tahu pasti hukumnya, tapi benar, cinta memang harus diperjuangkan.
tapi setiap manusia punya paradigma yang berbeda-beda :)

Donna Tambayong mengatakan...

@pratiwihputri iya, tapi coba semua orang berpikir logis kayak kamu ya. terima kasih sarannya :)