Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti








Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti

Kenapa judulnya gitu?

Ya biar keren aja sih, kayak lagunya Banda Neira gitu hihi

Jadi sebenernya, kenapa mau kasih judul postingan ini dengan "Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti" ya karena mungkin sesuai dengan kisah gue yang...

Yang...

Yang males sih gue ceritain lagi.

Pokoknya, gue udah baik banget deh jagain jodoh orang selama 4 tahun.

Ngga gue ngga sedih, keadaan kayak gini justru bikin gue banyak bersyukur

Kenapa?
Karena Tuhan menyelamatkan gue dari orang yang salah. Tuhan menyelamatkan gue dari keadaan yang mungkin akan lebih ngga baik ke depannya nanti.

Walaupun emang,
Cara Dia nyelametin gue itu agak-agak kejam gimana gitu. Tapi gapapa, gue justru malah terima kasih banget. Kadang mesti digampar dulu biar tahu rasanya sakit.

Jadi, ngga usah bilang lagi "Donna, sabar ya"

No !!! Itu malah bikin gue kesel karena gue ngga kenapa-kenapa. Insya Allah Gue ngga sakit hati.

Dan...
Saat ini, gue sedang berusaha membangun kepercayaan sama orang lain (lagi)
Bukan maksud ngga percaya sama laki-laki ataupun menganggap semua laki-laki sama aja. Gue tahu banget, Tuhan masih punya stock laki-laki sholeh plus bertanggung jawab buat gue hihi.

Gue hanya sedang berproses meyakinkan diri gue kalo "Ngga semua cowok brengsek kok"

Pada intinya, semua kembali pada fase "MEMULAI"

Dan, untuk kali ini gue mempersilahkan Tuhan untuk terus bimbing gue supaya gue ngga salah jalan lagi, ngga salah pilih lagi.

Hati gue yang patah di hari kemarin akan tumbuh kembali bersama harapan-harapan baik yang sudah Tuhan rencanakan.

Rasa kecewa yang kemarin gue rasakan akan hilang berganti dengan setumpuk kebahagiaan yang penuh barokah.

Terimakasih Tuhan atas "KEKEJAMAN" namun penuh cinta.

Semoga sehabis ini, ke woyoan dan kebarokahan hidup selalu senang mendekatiku.

I love you

Xoxo 

D

Kenapa Bisa Resah?



Terkadang, dalam ngejalanin hidup kita pernah dilanda rasa resah. Bahkan, ada
banyak orang yang setiap hari dilanda keresahan. Coba gimana kalo sepanjang hidup lo diisi dengan rasa resah?

TUHAN YANG MAHA ASYIK


Dear, Kamu Yang Maha Asyik

Entah kenapa, Kamu suka banget menggagalkan rencana-rencana yang sudah aku atur dengan rapi.


Dengan cara yang terkadang di luar nalar, Kamu tuh seakan paling tahu caranya buat bikin aku patah semangat.


Disaat semua rencana yang udah aku tata dan atur dengan baik jadi berantakan, ini seakan jadi kode dari kamu, seolah Kamu kasih tahu aku bahwa apa yang aku rencanakan bukanlah sebuah rencana yang terbaik.


Aku tahu banget, dari setiap apa yang aku jalanin sampe detik ini aja kan sebenernya udah Kamu atur ya.


Jadi harusnya, seberapa besar aku kecewa dan patah semangat karena rencana ku ngga berjalan sesuai harapan, aku harus selalu yakin bahwa apa yang Kamu rencanakan jauh lebih indah dari rencanaku.


Gitu kan?


Jadi hasil dari pengalaman-pengalaman di hari kemarin yang kurang mengenakkan, terbentuklah aku seperti yang Kamu lihat hari ini. Yang disaat Kamu menggagalkan rencanaku, tapi aku masih bisa tersenyum lebar.


Kenapa?


Karena aku sadar, rasa bahagiaku yang Kamu kasih jauh lebih besar ketimbang rasa kecewa yang aku dapat.


Rasa bagaimana Kamu sayang sama aku dan mencoba ngelindungin aku dari hal-hal kurang baik jauh lebih berharga dari rasa sakit hati itu sendiri.


Terimakasih ya Kamu 💕


Semoga Kamu tetap dan selalu woyoooo sama aku dan hidupku.


IHDINAS SIRATAL MUSTAQIM

Regards,

D

Saat Tuhan Ngajak Bercanda


Hidup emang ngga bisa ditebak. Sumpah. Maka itu, setiap hari dilatih untuk belajar ikhlas dan sabar ya karena ini. Sewaktu-waktu akan ada kejadian yang akan menguras tingkat ikhlas dan sabar kita.

Kita pun ngga pernah tau, akan ada kejadian apa satu detik di depan. Kita disuruh untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menerima ketetapan Tuhan.

Kenapa gue harus nulis tentang ini. Karena ada satu keresahan dalam diri gue yang harus gue ceritakan. Tentu aja, yang pertama kali gue ceritakan ttg ini adalah Tuhan. Terus Gue kemudian persiapkan mental untuk bercerita dengan sahabat-sahabat gue. 

KENDURI CINTA DI RAMADAN 2017



Ada pemandangan tak biasa yang menghiasi Jumat malamku kemarin. Bersama ratusan Jamaah Maiyah duduk bergelar terpal, menunggu Mbah Nun dan Kyai Kanjeng di depan panggung.


Sebuah suguhan yang sangat menarik. Walaupun dikemas secara sederhana tanpa tata panggung yang megah, ratusan orang mau duduk manis tanpa mau bergeser sedikitpun hingga hampir jam 3 pagi. Tak ada batas diantara kami yang membuat kami yang datang merasa dibeda-bedakan. Dari kelas atas hingga penjual rokok pinggir jalan pun duduk bersama-sama di atas terpal. Asap rokok yang mengepul
dari kiri kanan depan belakang pun seakan tak jadi persoalan. Semua tertawa cekikikan mendengarkan guyonan yang sesekali terlontar dari mulut Mbah Nun.



Dari jam 8 hingga jam 3 pagi kami duduk tanpa mau pindah posisi. Mendengarkan satu demi satu setiap kata yang Mbah Nun ucapkan. Ditambah lagi mendengar beberapa tembang dari Gamelan Kyai Kanjeng yang sangat menghibur.

Suguhan komplit. Sinau bersama Mbah Nun selalu membuat ketagihan. Ketagihan karena beliau mengajak jamaah Maiyah untuk mengenali Tuhannya dengan penyampaian yang bisa diterima. Berbicara tentang keseharian hidup yang disikapi dengan baik dan bijak.

Panggung yang ditata secara sederhana pun membuat saya, sebagai penonton pun merasa tak ada jarak. Penyampaian pesan yang sederhana membuat saya merasa bahwa, mencintai Tuhan tak serumit, tak sekeras, tak se-ndablek yang orang-orang sampaikan.

Tak terkesan menggurui, sinau ini pun dapat menjadi suatu ruang belajar baru buat saya mengenali lebih dalam tentang makna hidup yang sebenarnya.


Terimakasih Mbah Nun
Terimakasih Kenduri Cinta